Atasi Sampah di Tasikmalaya, Mahasiswa KKN UMTAS Edukasi Warga Gunung Tandala Kawalu Buat Biopori

1 day ago 12

harapanrakyat.com,- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 15 Gunung Tandala B Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS), menggelar edukasi pengelolaan sampah di Kelurahan Gunung Tandala, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026).

Langkah ini dilakukan guna menekan tumpukan sampah rumah tangga, serta mengatasi keterbatasan armada pengangkut di wilayah tersebut.

KKN UMTAS di Kawalu Tasikmalaya Fokus Edukasi Kelola Sampah

Baca Juga: KKN Mahasiswa INU Ciamis Gandeng Praktisi Hipnoterapi, Bantu Siswa SMAN 1 Cisaga Bongkar Mental Block

Kegiatan bertajuk “Biopori Hebat, Lingkungan Sehat” yang berlangsung di Madrasah Nurul Ulum, RW 009 itu mendapat pendampingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ida Rosidawati.

Fokus utama program ini menyasar edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dan penerapan teknologi sederhana lubang resapan biopori.

Ketua Kelompok KKN UMTAS, Yasa Raihan Taufik mengatakan, program penanganan sampah ini lahir dari hasil musyawarah mufakat bersama warga setempat. Keterbatasan armada pengangkut sampah yang hanya beroperasi satu hingga dua kali seminggu memicu munculnya titik pembuangan liar yang mengganggu kenyamanan.

“Kami berinovasi dalam edukasi lingkungan, khususnya pemilahan sampah. Kami tidak hanya memberikan materi, tetapi juga akan mendampingi masyarakat dalam pembuatan dan penerapan biopori secara teknis di rumah masing-masing,” kata Yasa Raihan.

Baca Juga: Di Balik Seporsi Seblak, Ada Perjuangan Mahasiswi Pangandaran Bantu Keluarga dan Kejar Cita-cita

Berdasarkan hasil data observasi di lapangan, tingkat kesadaran warga dalam memilah dan mengolah sampah mandiri baru menyentuh angka 49 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih perlunya intervensi edukasi agar volume sampah yang terbuang ke lingkungan dapat ditekan secara masif.

Pilah Sampah Tiga Kelompok

Sementara itu, narasumber materi lingkungan, Putri Aulia Nurasyifa, memaparkan pentingnya memilah sampah menjadi tiga kelompok. Organik, anorganik, serta Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Ia menjelaskan, pengelolaan sampah organik diprioritaskan lewat pemanfaatan lubang resapan biopori yang ramah biaya.

Baca Juga: Mahasiswa KKN UMTAS Hadirkan Insinerator Uap Air, Solusi Atasi Sampah dan Kebakaran di Cilamajang Tasikmalaya

“Biopori ini efektif meningkatkan daya serap air tanah untuk mencegah genangan, sekaligus mengubah sisa makanan dan sampah organik menjadi pupuk kompos alami. Bahan pembuatannya pun sangat terjangkau. Warga bisa memanfaatkan barang bekas seperti botol plastik,” jelasnya.

Melalui pendampingan ini, satu rumah tangga diharapkan dapat membuat minimal satu lubang biopori. Selain menjaga sanitasi lingkungan, keberadaan biopori secara berkelanjutan dinilai mampu menjadi solusi mandiri bagi warga Gunung Tandala dalam mengurai persoalan sampah dari sumbernya. (Apip/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |