Dalam Satu Minggu Pangandaran Diguncang Gempa Bumi Dua Kali, BPBD Imbau Warga dan Wisatawan Tidak Panik!

1 day ago 15

harapanrakyat.com,- Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kembali diguncang gempa pada Sabtu (8/8/2026). Meskipun terjadi gempa bumi, banyak warga di wilayah tersebut yang tidak merasakan adanya getaran signifikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi mengatakan, gempa kali ini berkekuatan magnitudo 4.1. Pusat gempa berada di Kabupaten Pangandaran dengan kedalaman mencapai 26 kilometer.

Baca Juga: Dapur Rumah Warga Kota Banjar Ambruk, Diduga Akibat Gempa Pangandaran

“Getarannya memang tidak terasa, kejadiannya tadi sekitar pukul 16.59 WIB,” kata Dodo saat dihubungi, Sabtu (8/8/2026).

Dalam Sepekan Pangandaran Diguncang Gempa Bumi

Peristiwa ini menandai kali kedua Kabupaten Pangandaran diguncang gempa bumi dalam kurun waktu satu minggu terakhir. Sebelumnya, gempa yang lebih kuat juga sempat menghebohkan warga pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

“Gempa saat itu terjadi sekitar pukul 21.55 WIB. Dengan kekuatan mencapai magnitudo 5.3. Waktu yang hari Rabu kemarin itu memang terasa getarannya,” ujar Dodo menjelaskan perbandingan kedua peristiwa tersebut.

Baca Juga: Gempa Pangandaran Magnitudo 5,3 Bikin Panik Warga Cigalontang Tasikmalaya, IGM Desak Edukasi Bencana

Berdasarkan data BPBD, intensitas gempa di Pangandaran memang cukup sering terjadi sejak bulan Juli lalu. Namun rata-rata kekuatannya tergolong kecil dan seringkali tidak dirasakan oleh penduduk lokal maupun wisatawan.

Laporan Kerusakan dan Imbauan Mitigasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD memastikan belum ada laporan mengenai kerusakan fasilitas publik maupun bangunan milik warga akibat rentetan gempa dalam sepekan terakhir.

“Alhamdulilah waktu kejadian gempa di hari Rabu kemarin, tidak ada laporan kerusakan akibat guncangan gempa,” kata Dodo.

Baca Juga: Ancaman Gempa dan Tsunami Mengintai, BNPB Usulkan Sabuk Hijau Mangrove di Pangandaran

Meskipun situasi saat ini masih terkendali, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana di masa mendatang.

“Untuk warga dan wisatawan diminta untuk tidak panik dan takut, tapi tetap waspada, bisa melakukan mitigasi dari sekarang,” imbaunya. (Ala/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |