Evakuasi Tongkang Batu Bara Nautica 22 di Pantai Sukaresik Pangandaran Mulai Dilakukan

9 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Proses pengangkatan bangkai tongkang Nautica 22 yang mengangkut ribuan ton batu bara di kawasan perairan Sukaresik, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, akhirnya dimulai.

Berdasarkan pengamatan di lapangan pada Selasa (28/7/2026), armada alat berat dan berbagai perlengkapan teknis telah dikerahkan ke lokasi. Hal ini dilakukan untuk memulai tahap persiapan pengerjaan.

Baca juga: Pemkab Pangandaran Belum Hentikan Aktivitas Tongkang meski Nelayan Terdampak, Ini Alasannya

Di area pesisir, jajaran pekerja tampak sibuk melangsungkan pengerukan tanah, merakit fondasi bambu, hingga memanaskan mesin-mesin berkapasitas besar. Kondisi fisik tongkang yang memuat muatan batu bara itu sendiri kini sudah nyaris tenggelam sepenuhnya.

Meski demikian, tumpahan bahan bakar padat yang terbawa oleh kapal tersebut diperkirakan masih mengendap di dasar laut. Oleh karena itu, tumpahan ini berpotensi memicu pencemaran lingkungan ekosistem perairan lokal secara berkelanjutan.

Tahapan Persiapan Evakuasi Tongkang

Koordinator Lapangan Evakuasi Nautica 22, Ahmad Robana, mengonfirmasi bahwa pengerahan sarana penunjang seperti ekskavator, generator set (genset), pelampung/tong apung, hingga kabel sling baja telah disiagakan sejak sepekan terakhir.

“Kami telah menjalankan serangkaian persiapan teknis selama seminggu ini. Fokus utama pada fase awal adalah merangkai dan memasang seluruh perlengkapan,” ungkap Ahmad pada Selasa (28/7/2026).

Ahmad memaparkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan sistem winch (mesin penarik) yang bakal disambungkan dengan sling baja untuk mengerek badan kapal. Skenario penanganan yang dirancang adalah menarik seluruh bangkai tongkang secara bertahap hingga landas di daratan atau tepi pantai.

Estimasi waktu pengerjaan evakuasi kapal ini diproyeksikan memakan waktu hingga dua bulan mendatang. Setelah badan kapal berhasil digeser, tim teknis baru akan memfokuskan tindakan pada pembersihan. Selanjutnya mereka akan melakukan pengangkatan material batu bara yang mengendap di dasar laut.

Baca juga: Tongkang Batu Bara Kandas di Pangandaran, Pemprov Jawa Barat Selidiki Dampak Pencemaran Pesisir

Insiden pencemaran batu bara ini berawal sekitar satu bulan lalu, ketika Tug Boat Titan 33 mengalami gangguan teknis saat menarik Tongkang Nautica 22 menuju Pelabuhan Cilacap. Karena kendala tersebut, tongkang terpaksa dilepas. Akhirnya tongkang terdampar dan karam di perairan Sukaresik.

Sebelumnya, riak permasalahan lingkungan ini sempat memicu aksi audiens dari kalangan nelayan tradisional bersama aktivis lingkungan di Gedung DPRD Pangandaran. Dalam pertemuannya, mereka mendesak percepatan evakuasi serta menuntut pertanggungjawaban ganti rugi pemulihan ekosistem dari pemilik perusahaan kapal. (Ala/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |