Atasi Kekeringan Ekstrem di Cimahi, Kementerian PU Turunkan 40 Ribu Liter Air Bersih Sepekan

4 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat meredam krisis air bersih akibat kekeringan ekstrem yang melanda Kota Cimahi. Melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat, bantuan air bersih mulai rutin disalurkan.

Penyaluran bantuan tersebut menyusul ditetapkannya Status Siaga Darurat Kekeringan oleh Wali Kota Cimahi sejak 1 Juli hingga 30 September 2026.

Baca Juga: Siaga Kekeringan, DPKP Cimahi Susun Langkah Jaga Pasokan Air Bersih

Penyaluran ini sudah berjalan sejak 7 Juli lalu, dengan prioritas utama Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan. Wilayah tersebut yang paling parah terdampak kekeringan saat ini.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, air bersih adalah kebutuhan paling dasar yang tak boleh terputus, apalagi saat kondisi darurat.

“Air adalah fondasi segalanya. Pasokan yang lancar menopang ekonomi, sosial, hingga kelestarian lingkungan, terlebih di tengah tantangan perubahan iklim yang makin nyata,” katanya, Senin (28/7/2026).

Kekeringan Ekstrem di Cimahi, Warga Leuwigajah Andalkan Bantuan Pemerintah

Baca Juga: Krisis Air Bersih, Tagana Kabupaten Tasikmalaya Pasok Ribuan Liter Air ke Bojonggambir dan Rajapolah

Sementara itu, Kepala BPBPK Jawa Barat, M Reva Sastrodiningrat menjelaskan, bantuan dikirim dua kali seminggu, setiap hari Selasa dan Jumat. Sebanyak lima mobil tangki dikerahkan, masing-masing membawa 4.000 liter air.

Setiap kali pengiriman terbagi 20 ribu liter, atau total 40 ribu liter air bersih yang mengalir ke enam titik pelayanan di empat wilayah RW di Leuwigajah setiap pekannya.

“Kami pastikan pasokan tetap terjaga rutin agar warga tak kesulitan selama masa siaga berlangsung,” terang Reva.

Lanjutnya mengatakan, kekeringan ekstrem di wilayah Kota Cimahi ini terjadi karena musim kemarau panjang yang membuat debit air tanah merosot tajam. Warga di wilayah tersebut selama ini mengandalkan sumur. Sementara jaringan PDAM belum sampai ke wilayah empat wilayah RW di Leuwigajah.

Baca Juga: Dampak Cuaca Ekstrem, Ribuan Warga di Tujuh Daerah Jawa Barat Mulai Kesulitan Air Bersih

Kini, kebutuhan air bersih warga sangat bergantung pada bantuan dari pemerintah. Warga Leuwigajah, Nining, menyambut gembira langkah cepat ini.

“Alhamdulillah, sangat terbantu. Sumur kami sudah kering kerontang. Tanpa bantuan ini, kami tak tahu harus mencari air ke mana lagi,” ucapnya. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |