Dari Gang Sempit Cigugur Tengah Cimahi, Tangan Ibu-Ibu Bangun Lumbung Pangan Mandiri

1 day ago 17

harapanrakyat.com,- Kota Cimahi sebagai kawasan padat permukiman dengan lahan terbuka yang semakin terbatas. Namun, di tengah kepungan rumah-rumah rapat di Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, tumbuh sebuah gerakan luar biasa. Para ibu yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Mandiri mengubah pekarangan sempit dan gang-gang kecil menjadi ladang produktif sebagai lumbung pangan mandiri.

Kegigihan mereka mengisi kebutuhan pangan rumah tangga menyita perhatian hingga tingkat provinsi. Pengurus TP PKK Provinsi Jawa Barat, Samantha Dewi Erwan, datang langsung berkunjung ke lokasi pada Jumat (28/8/2026). Kunjungannya itu bukan sekadar seremoni, melainkan dialog terbuka untuk memahami langsung perjuangan dan kendala yang dihadapi KWT Mandiri di lapangan.

“KWT Mandiri Kelurahan Cigugur Tengah adalah contoh nyata semangat kemandirian. Apresiasi setinggi-tingginya untuk ibu-ibu pengurus,” kata Samantha, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Perempuan Berdaya Pangan, KWT Ciamis Jadikan Pekarangan Sumber Gizi dan Ekonomi

KWT di Cigugur Tengah Cimahi Sukses Bangun Lumbung Pangan Mandiri

Ia menegaskan, kelompok tani wanita di tingkat akar rumput memegang peranan sangat penting sebagai fondasi ketahanan pangan masyarakat.

“Di tangan para ibu, lahan terbatas tak lagi jadi penghalang. Berbagai sayuran seperti kangkung, terong, kol, pakcoy, cabai, hingga bunga telang tumbuh bergantian mengikuti musim,” tuturnya.

Tak hanya itu, mereka juga mengembangkan budidaya ikan lele dan peternakan ayam petelur. Pekarangan sempit pun berubah menjadi lumbung pangan mandiri yang melimpah.

Kehebatan mereka tak berhenti dipanen mentah. Para ibu melangkah lebih jauh dengan mengolah hasil bumi menjadi 14 jenis produk bernilai tambah tinggi.

Baca Juga: Hadapi Kemarau, Cimahi Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Urban Farming dan UMKM

Pakcoy diolah menjadi mie sehat, terong menjadi bolu yang lembut, ikan lele menjadi produk beku praktis dan rolade kesukaan anak. Serta berbagai minuman herbal dari daun kelor dan bunga telang. Semua dikemas rapi dan siap dipasarkan,” terang Samantha.

Raih Predikat Proklim Utama dari KLHK

Prestasi mereka pun tak main-main. KWT Mandiri berhasil meraih predikat Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal ini membuktikan bahwa pertanian yang mereka jalankan produktif sekaligus ramah lingkungan.

Bahkan, Polres Cimahi pun menjadikan mereka mitra strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas sosial. Tak kalah penting, telur dan sayur hasil panen rutin dibagikan ke Posyandu untuk membantu menurunkan angka stunting.

“Kesuksesan ini dijaga melalui pembinaan rutin setiap tiga bulan sekali,” kata Samantha.

Baca Juga: Optimalkan Pekarangan, KWT Purbasari Ciamis Panen Ubi Jalar 25 Ton per Hektare

Lanjutnya menjelaskan, kelurahan bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Cimahi secara berkala mendatangkan instruktur untuk melatih teknik bertani, pengolahan pascapanen, hygiene. Hingga cara pemasaran digital. Pendampingan berkelanjutan inilah yang membuat mereka terus berkembang dan mandiri.

Dari gang-gang sempit di Cigugur Tengah, para ibu ini membuktikan satu hal, ketahanan pangan bangsa tak selalu lahir dari sawah luas di pedesaan. Tapi bisa lahir dari tangan dingin, ketekunan, dan semangat gotong royong para ibu yang tak pernah menyerah menciptakan kesejahteraan dari lahan yang terbatas menjadi lumbung pangan mandiri. (Eri/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |