Dampak Cuaca Ekstrem, Ribuan Warga di Tujuh Daerah Jawa Barat Mulai Kesulitan Air Bersih

1 day ago 14

harapanrakyat.com,- Badai kekeringan akibat cuaca ekstrem mulai melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat. Akibatnya ribuan warga di tujuh daerah Jawa Barat mengalami krisis air bersih.

Pranata Humas Ahli Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, penurunan intensitas hujan secara drastis menjadi pemicu utama menyusutnya sumber air warga di pemukiman.

Tujuh Daerah di Jawa Barat yang Terdampak Cuaca Ekstrem

Berdasarkan data dari BPBD, krisis air melanda Desa Linggamukti, Kecamatan Sucinaraja, Kabupaten Garut berdampak langsung pada 350 kepala keluarga.

Kondisi lebih parah terjadi di Kabupaten Bogor, di mana enam desa meliputi Gunungsari, Parakanmuncang, Kalongliud, Karangtengah, Sukajaya, dan Harkatjaya, tercatat ada 3.092 jiwa terdampak.

“Cuaca ekstrem dan penurunan intensitas hujan jadi penyebabnya. BPBD Kabupaten Bogor sudah memberikan 5 ribu liter air dan mengasesmen,” kata Hadi, Kamis (9/7/2026).

Baca Juga: Hadapi Kemarau 2026, Pemprov Jawa Barat Perkuat Mitigasi Kekeringan dan Karhutla

Krisis serupa juga melanda wilayah penyangga ibu kota, tepatnya di Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru dan Desa Ridogalih, Kecamatan Cibarusah di Kabupaten Bekasi, dengan total orang terdampak mencapai 2.834 jiwa. 

Sementara itu, di Kabupaten Karawang, penurunan curah hujan memaksa 1.973 jiwa di Desa Kutalanggeng, Mulyasejati, dan Kutanegara bergantung pada pasokan bantuan eksternal.

“BPBD Kabupaten Bekasi sudah bergerak melakukan asesmen dan menyalurkan air bersih. Lalu, kami bersama BPBD Karawang juga menyalurkan air bersih,” ujarnya.

Kondisi kering juga menyentuh area perkotaan dan wilayah selatan. Di Kota Sukabumi, sebanyak 150 kepala keluarga di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan harian. 

Sedangkan di kawasan priangan timur, Kabupaten Pangandaran mencatat 577 jiwa terdampak di Desa Parigi dan Mangunjaya.

Kemudian, Kabupaten Tasikmalaya yang tercatat 450 kepala keluarga atau sekitar 1.200 jiwa di Desa Kertanegla, Kecamatan Bojonggambir terdampak kekeringan.

Baca Juga: Pemprov Jawa Barat Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla hingga September 2026

BPBD Jawa Barat bersama kabupaten/kota terus bersiaga melakukan suplai air bersih secara berkala ke seluruh titik penampungan warga. Hal itu guna meminimalisasi dampak sosial yang lebih luas. (Reza/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |