Terowongan Raksasa Merah Putih di Sindangsari Pangandaran, Warga Kompak Sambut HUT RI ke-81

5 hours ago 6

harapanrakyat.com,- Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Desa Sindangsari, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Warga tidak sekadar memasang bendera dan umbul-umbul untuk menyambut HUT RI. Mereka juga membuat terowongan raksasa bernuansa Merah Putih yang menghiasi jalur menuju lapangan tempat pelaksanaan upacara kemerdekaan.

Terowongan tersebut membentang sekitar 200 meter dengan lebar 3 meter. Berbagai pernak-pernik bernuansa kemerdekaan turut menghiasi terowongan sehingga jalur menuju lokasi upacara terlihat semarak.

Kepala Dusun Cikijing, Nurul Hidayat, mengatakan terowongan tersebut menjadi penghubung antara dua wilayah RT, yakni RT 21 dan RT 23. Jalur itu juga akan dilalui masyarakat menuju lapangan tempat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Terowongan tersebut terbuat dari kain yang dibuat oleh seluruh pihak, mulai dari BPD, Karang Taruna hingga masyarakat. Tentu gotong royong yang selalu dikedepankan oleh masyarakat Desa Sindangsari,” kata Nurul, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Hantu Gentayangan Muncul di Madasari Pangandaran, Sindiran Warga soal Dugaan Sertifikasi Tanah Makam para Sesepuh

Pembuatan terowongan Merah Putih itu dilakukan secara gotong royong. Bendera-bendera Merah Putih disulam dan dirangkai oleh para pengurus RW, RT, serta masyarakat.

Biaya Pembuatan Terowong Merah Putih Raksasa di Pangandaran

Seluruh biaya pembuatan terowongan juga berasal dari swadaya masyarakat. Warga secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga untuk mempercantik lingkungan menjelang peringatan HUT RI.

Menurut Nurul, antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kemeriahan HUT Kemerdekaan bukan sekadar memasang atribut. Momentum tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Kami sebagai kepala dusun sangat mengapresiasi masyarakat yang begitu antusias dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.

Kreativitas warga juga terlihat dari sebuah patung domba yang ditempatkan di bagian depan terowongan. Patung tersebut bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki makna kelembutan, pengorbanan, kepatuhan, sekaligus kerendahan hati.

Nurul menyebut tradisi menghias lingkungan menjelang HUT Kemerdekaan sudah rutin dilakukan warga setiap tahun. Namun, tahun ini masyarakat menghadirkan konsep berbeda dengan membuat terowongan bendera di kawasan perbatasan dua RT.

“Setiap tahun memang seperti ini. Namun sekarang sedikit berbeda karena ada terowongan bendera sekitar 10 meter karena berada di perbatasan RT,” paparnya.

Kreativitas warga Desa Sindangsari menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan tidak selalu diwujudkan melalui kegiatan seremonial. Kain, benang, bendera Merah Putih, serta swadaya masyarakat dirangkai menjadi simbol kebersamaan.

Baca Juga: Pemkab Pangandaran Klaim Stok Pangan Aman, Beras Surplus di Tengah Kemarau Panjang

“Terowongan Merah Putih ini kini menjadi saksi bagaimana semangat kemerdekaan dirawat dari lingkungan paling dekat, dari warga, untuk warga, dan melalui gotong royong,” pungkasnya. (Kiki/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |