harapanrakyat.com,- Upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat terus digaungkan oleh civitas akademika. Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Cilamajang A Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya (UMTAS) resmi menyerahkan inovasi alat pembakar sampah ramah lingkungan kepada pihak Kelurahan Cilamajang, Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/8/2025).
Inovasi teknologi tepat guna ini hadir untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di tingkat permukiman padat penduduk. Berbeda dengan metode pembakaran konvensional yang kerap memicu polusi, alat ini memanfaatkan limbah oli bekas sebagai bahan bakar yang dipadukan dengan sistem injeksi uap air bertekanan tinggi.
Perwakilan Tim KKN UMTAS Cilamajang A, Ipan Aulia Rahman, menegaskan bahwa, secara teknis, alat pemusnah sampah ini memiliki kapasitas yang terbilang efisien. Dalam satu jam, alat tersebut mampu memusnahkan hingga 13 kilogram sampah, atau setara dengan 1 kilogram sampah setiap 4 hingga 5 menit.
“Proses pemusnahan sampah bergantung pada sistem thermal cracking. Melalui metode ini, uap air disemprotkan langsung ke titik api untuk memecah molekul hidrokarbon dari oli bekas pada suhu di atas 800 derajat Celsius. Hasilnya, pembakaran berjalan sempurna dan asap hitam pekat berubah menjadi uap transparan yang aman bagi kualitas udara sekitar,” ungkapnya.
Baca Juga: Jurus TANDAS Mahasiswa KKN di Tasikmalaya, Ajak Warga Bijak Kelola Sampah
Keunggulan Alat Pembakar Sampah Minim Asap Buatan Mahasiswa UMTAS Tasikmalaya
Ipan menyebut, keunggulan teknologi tersebut dibuktikan langsung di hadapan perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Saat oli dibakar tanpa uap air, emisi asap hitam sempat membumbung. Namun ketika kran injeksi uap dibuka, asap pekat langsung hilang dalam hitungan detik.
“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas pengabdian akademis. Pihaknya ingin memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat setempat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tuturnya.
Ipan menjelaskan, limbah oli dan sampah yang selama ini menjadi persoalan dapat diolah menjadi solusi yang berdaya guna. Menurutnya, keberhasilan inovasi ini diukur dari seberapa besar manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Waspada Penipuan Digital di Tasikmalaya, Dari Modus Telepon Hening hingga Titip Limit
“Kami berharap alat tersebut menjadi awal bagi Kelurahan Cilamajang untuk tumbuh menjadi kawasan yang mandiri dan sehat dalam mengelola sampah. Kegiatannya kemudian ditutup dengan penandatanganan berita acara serah terima serta komitmen pendampingan perawatan alat secara berkala,” pungkasnya. (Apip/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

13 hours ago
10

















































