harapanrakyat.com,- Polsek Buahbatu menggagalkan aksi tawuran di persimpangan Jalan Soekarno-Hatta-Kiaracondong, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026) sekira pukul 03.30 WIB. Petugas meringkus 20 orang pemuda beserta sejumlah senjata tajam sebelum bentrokan pecah di lokasi.
Baca Juga: Dikeroyok Sekelompok Orang, Pemuda Asal Bandung Barat Terluka Parah
Kapolsek Buahbatu, Kompol Rezky Kurniawan mengatakan, penangkapan berawal dari laporan warga yang mencurigai konvoi sepeda motor menuju persimpangan Jalan Soekarno-Hatta-Kiaracondong.
Polisi pun langsung bergerak cepat dan mencegah pergerakan kelompok pemuda di lapangan. Dari total 20 orang yang, sebanyak 19 orang masih berstatus anak di bawah umur dan satu orang dewasa.
“Kami mengamankan 20 orang yang mana 19 masih berstatus di bawah umur dan ada satu orang dewasa,” kata Rezky.
Rezky berujar, polisi turut menyita barang bukti berupa tiga bilah celurit, dua buah golok, serta tujuh unit sepeda motor. Seluruh pemuda yang akan tawuran beserta barang bukti langsung digiring ke Mapolsek Buahbatu Bandung untuk menjalani pemeriksaan profil dan peranan masing-masing.
“Kami lakukan pemeriksaan semuanya mulai dari identitas hingga dugaan keterlibatan rencana tawuran,” ujarnya.
Baca Juga: Berdalih Cuma Ngadem, Aksi Pemuda Bobol Kotak Amal Masjid di Cisayong Tasikmalaya Digagalkan Warga
Berkaca dari Kejadian Tawuran di Buahbatu Bandung, Kedepankan Pembinaan dan Pengawasan Lintas Sektor
Rezky menuturkan, penanganan kasus ini mengedepankan asas kepentingan terbaik bagi anak sesuai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). Selain pemeriksaan hukum, petugas memberikan edukasi mengenai bahaya kekerasan jalanan dan dampak hukum kepemilikan senjata tajam.
“Kami mengedukasi mengenai bahaya penggunaan senjata tajam, keterlibatan tawuran, hingga konsekuensi hukumnya,” tuturnya.
Lebih lanjut Rezky menambahkan, polisi juga memanggil orang tua pelaku tawuran di Buahbatu Bandung, serta berkoordinasi dengan pihak sekolah. Ia menilai, pengawasan terhadap anak tidak boleh berhenti di kepolisian, melainkan harus melibatkan keluarga, sekolah, dan lingkungan warga.
Baca Juga: Sasar Korban Lengah di Lengkong dan Cicendo, Pelaku Jambret di Kota Bandung Dibekuk Polisi
Langkah pencegahan ini bertujuan untuk mencegah potensi konflik jalanan berulang, yang dapat mengancam keselamatan masyarakat luas. “Kami ingin orang tua dan sekolah turut terlibat dalam pencegahan. Sehingga, anak-anak ini tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ucapnya. (Reza/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

12 hours ago
10

















































