Film Perumahan Laddaland, Horor Psikologis yang Tayang 13 Agustus 2026

20 hours ago 13

Film Perumahan Laddaland hadir sebagai horor Indonesia terbaru pada 13 Agustus 2026. Awi Suryadi menangani posisi sutradara dengan Lele Laila sebagai penulis skenario. MD Pictures memproduksi film horor ini dengan durasi 99 menit atau 1 jam 39 menit.

Baca Juga: Film Ketok Mejik, Drama Komedi Fantasi tentang Bengkel Warisan yang Penuh Kejutan

Sinopsis Film Perumahan Laddaland

Cerita film berpusat pada Tomy, seorang kepala keluarga yang diperankan Andri Mashadi. Ia membeli rumah melalui KPR demi memberi kehidupan lebih baik bagi Melisa dan kedua anak mereka. Rumah baru tersebut berada dalam kompleks modern bernama LaddaLand.

Awalnya, keluarga Tomy menikmati suasana rumah baru mereka. Namun, harapan tentang kehidupan nyaman perlahan berubah setelah berbagai kejadian misterius muncul. Situasi semakin rumit ketika seorang pekerja rumah tangga bernama Eneng ditemukan tewas.

Kejadian tersebut menjadi awal munculnya teror dalam lingkungan perumahan. Bisikan misterius mulai terdengar pada waktu tertentu. Penampakan juga membuat keluarga Tomy semakin takut.

Para penghuni lain mulai merasa tidak aman. Sebagian memilih meninggalkan rumah mereka karena tidak sanggup menghadapi teror. Tomy justru harus bertahan bersama Melisa dan kedua anaknya.

Baca Juga: Film Toko Perlengkapan Mayat, Kisah Penglaris Berujung Petaka Keluarga 

Konflik cerita tidak hanya mengandalkan gangguan supranatural. Masalah keluarga, tekanan finansial, dan rasa takut ikut memperkuat ketegangan. Pendekatan tersebut membuat film Perumahan Laddaland terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Genre dan Pemeran

Genre utama film ini mengarah pada horor psikologis. Titi Kamal bahkan menyebut film tersebut membawa perpaduan psychological thriller dan psychological horror. Atmosfer mencekam mulai terasa sejak bagian awal tanpa terlalu bergantung pada jump scare.

Titi Kamal berperan sebagai Melisa, sedangkan Andri Mashadi memerankan Tomy. Anantya Kirana hadir sebagai Tania dan Shakeel Fauzi sebagai Elvin. Delia Husein memerankan Eneng yang menjadi salah satu karakter penting dalam konflik.

Daftar pemeran lain juga cukup panjang. Aufa Assagaf berperan sebagai Santoso, Laras Sardi sebagai Astri, dan Raffan Al Aryan sebagai Hugo. Adjis Doaibu berperan sebagai Parto, Arief Didu sebagai Arif, serta Sri Yatun sebagai Nenek Rahmi.

Sarah Tumiwa tampil sebagai Ani dan Zidni Hakim sebagai Yusuf. Kiky Drajat melengkapi jajaran pemain sebagai Bono. Kehadiran banyak karakter membuat lingkungan LaddaLand terasa lebih hidup.

Film Perumahan Laddaland memiliki rating usia D 17+. Kategori tersebut cocok untuk penonton berusia 17 tahun ke atas karena cerita membawa unsur horor dan suasana yang cukup mencekam. Durasi 99 menit membuat alurnya tetap terasa padat.

Adaptasi Ladda Land dengan Sentuhan Indonesia

Film ini mengambil cerita dari Ladda Land, film Thailand yang rilis pada 2011. Sophon Sakdaphisit menangani film asli tersebut sekaligus menjadi salah satu pencipta cerita. Versi Indonesia membawa perubahan agar kisahnya terasa relevan dengan kondisi pada 2026.

Awi Suryadi mendapat ruang untuk menyesuaikan cerita dengan budaya lokal. Beberapa karakter pendukung juga memperoleh identitas serta porsi cerita yang lebih besar. Unsur tetangga dan pekerja rumah tangga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan kompleks tersebut.

Perubahan latar waktu menjadi salah satu pembeda utama. Cerita versi Indonesia mengikuti keresahan sosial masa kini. Perjuangan membeli rumah melalui KPR juga menjadi bagian yang terasa dekat dengan kehidupan banyak keluarga.

Lele Laila mengembangkan naskah dengan pendekatan yang lebih personal. Hubungan antar karakter memperoleh perhatian lebih kuat. Karena itu, teror tidak hanya muncul dari sosok misterius, tetapi juga dari tekanan yang menghantui keluarga.

Film Perumahan Laddaland juga membawa nuansa drama keluarga. Rasa takut tumbuh bersamaan dengan masalah ekonomi dan hubungan antar anggota keluarga. Perpaduan tersebut membuat konflik terasa lebih emosional.

Proses Produksi dan Tim di Balik Layar

Produksi film berlangsung pada akhir 2025. Tim mengambil gambar selama 24 hari di Bogor, Jawa Barat. Lokasi tersebut menjadi latar utama untuk membangun atmosfer kompleks perumahan yang penuh tekanan.

Awi Suryadi menghadapi tantangan dalam mengatur pencahayaan. Sejumlah rumah menjadi bagian dari lokasi cerita. Tim perlu menyesuaikan pencahayaan agar suasana setiap adegan terasa sesuai dengan kebutuhan cerita.

Titi Kamal juga mengalami pengalaman cukup berat selama produksi. Ia sempat kehilangan suara setelah menjalani sejumlah adegan dengan teriakan. Kondisi fisiknya turut menurun selama proses pengambilan gambar.

Manoj Punjabi bertindak sebagai produser. Ricky Lionardi menangani penata musik untuk memperkuat atmosfer. Arfian bertugas sebagai sinematografer, sementara Muhammad Rizal dan Firdauzi Trizkiyanto menangani penyuntingan.

Skenario berasal dari Lele Laila dengan cerita asli karya Sopana Chaowwiwatkul dan Sophon Sakdaphisit. Tim Indonesia kemudian mengadaptasi cerita tersebut sesuai kebutuhan lokal. MD Pictures menjadi perusahaan produksi untuk proyek ini.

Jadwal Tayang

Jadwal tayang film ini jatuh pada 13 Agustus 2026. Penonton Indonesia dapat menantikan kisah keluarga Tomy melalui layar bioskop mulai tanggal tersebut. Film ini akan hadir dalam bahasa Indonesia.

Baca Juga: Film Maju (Jejak Pahit Si Kembang Gula) Tayang 6 Agustus 2026

Penonton dapat menantikan film Perumahan Laddaland melalui jaringan bioskop yang tersedia di Indonesia. XXI, CGV, dan Cinepolis menjadi pilihan jaringan bioskop untuk mengecek jadwal serta ketersediaan tiket. Waktu tayang dapat berbeda pada setiap lokasi dan tanggal. Film Perumahan Laddaland membawa kisah rumah impian yang berubah menjadi sumber ketakutan. Cerita adaptasi ini tetap mempertahankan akar Ladda Land sambil menghadirkan konteks Indonesia. Bagi pecinta horor psikologis, Perumahan Laddaland layak masuk daftar tontonan pada 13 Agustus 2026. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |