Baru Seumur Jagung, Pedestrian Taman Dadaha Tasikmalaya Sudah Rusak dan Membahayakan

1 day ago 17

harapanrakyat.com,- Fasilitas pedestrian di kawasan Taman Dadaha, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, kini kondisinya memprihatinkan. Baru diresmikan pada tahun 2024 lalu, lantai jalur pejalan kaki di area ruang publik tersebut kini sudah mulai rusak.

​Pantauan di lapangan, kerusakan paling parah terlihat di jalur utama yang menjadi akses masuk ke Kompleks Olahraga dan Rekreasi Dadaha. Kondisi keramik yang pecah dan tidak rata dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengunjung yang melintas.

Pedestrian Taman Dadaha Tasikmalaya Sudah Lama Rusak

Baca Juga: Alun-alun Dadaha Kota Tasikmalaya Semakin Cantik, Habiskan Anggaran Rp 12 M

​Salah seorang pengunjung asal Cihideung, Mayasari (34), mengungkapkan bahwa kerusakan lantai pedestrian tersebut sebenarnya sudah mulai terlihat tak lama setelah proyek taman rampung. Namun, hingga pertengahan tahun 2026 ini belum ada tanda-tanda perbaikan dari instansi terkait.

“Kerusakan ini sebaiknya segera diperbaiki sebelum semakin meluas. Beberapa bagian lantainya sudah tidak rata dan cukup berbahaya. Saya sendiri pernah hampir tersandung saat melintas di sini,” katanya kepada Harapan Rakyat, Selasa (14/7/2026).

​Menurut Mayasari, Dadaha sebagai salah satu ikon ruang terbuka publik yang selalu ramai, Pemkot Tasikmalaya seharusnya memberikan perhatian lebih terhadap aspek pemeliharaan.

Baca Juga: Heboh Aksi Sejoli Mesum di Taman Dadaha Tasikmalaya

Jika terus dibiarkan, kerusakan fasilitas pedestrian di kawasan Taman Dadaha ini tidak hanya merusak estetika kota, tetapi juga mengancam keselamatan anak-anak dan lansia.

Pemda Diminta Segera Bertindak

​Senada dengan Mayasari, pengunjung lainnya, Abdul Fatah (45), mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum jatuh korban luka. Ia menilai, menunda perbaikan justru akan membikin anggaran yang dikeluarkan nantinya membengkak.

Baca Juga: Heboh Ledakan Keras di Dadaha Tasikmalaya, Polisi Duga Berasal dari Bom Rakitan

“Jangan menunggu kerusakannya bertambah luas. Semakin cepat diperbaiki tentu biayanya juga lebih ringan dibandingkan kalau sudah rusak parah,” tegasnya.

Abdul minta dinas terkait tidak hanya fokus pada pembangunan fisik di awal, tapi juga berkomitmen melakukan perawatan berkala. Langkah ini penting agar fasilitas publik yang dibiayai uang rakyat bisa bertahan lama dan memberi asas manfaat yang optimal. (Rafi/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |