501 Siswa Ikuti MPLS Perdana di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumedang

1 day ago 19

harapanrakyat.com, – Sebanyak 501 siswa mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sumedang yang berlokasi di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (14/7/2026). 

Baca juga: Capai 87 Persen, Pembangunan Sekolah Rakyat di Ujungjaya Sumedang Rampung September

Pelaksanaan MPLS di SRT 1 Sumedang menjadi yang pertama digelar dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini. Selain menerima siswa asal Sumedang, sekolah tersebut juga menampung peserta didik dari daerah lain. Adapun 60 siswa berasal dari Kota Tasikmalaya dan 30 siswa dari Kabupaten Garut.

MPLS Sekolah Rakyat di Sumedang

Koordinator pelaksana (PIC) SRT 1 Sumedang, Herman Koswara mengatakan, para siswa dari Tasikmalaya dan Garut untuk sementara menjalani pendidikan di Sumedang. Hal ini karena pembangunan Sekolah Rakyat di daerah asal mereka masih berlangsung.

“Ada siswa dari daerah lain yang sementara mengikuti kegiatan belajar di sini. SRT 1 Sumedang menjadi pelopor pelaksanaan MPLS yang dimulai pada 14 Juli ini,” kata Herman.

Sementara itu Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir yang secara resmi membuka kegiatan tersebut mengatakan, Sekolah Rakyat merupakan program yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Khususnya, bagi keluarga kurang mampu. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh anak Indonesia. Dengan demikian, mereka bisa memperoleh pendidikan berkualitas.

“Tidak boleh satu orang pun warga negara ini kehilangan masa depannya. Sekolah Rakyat ini untuk memotong mata rantai kemiskinan,” kata Dony.

Dony menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan. “Tidak boleh ada satupun warga negara yang kehilangan masa depannya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan yang sama bagi semua anak agar memperoleh pendidikan yang layak,” katanya.

Ia menambahkan, fasilitas pendidikan yang baik tidak hanya menjadi hak masyarakat yang mampu secara ekonomi. Namun, fasilitas tersebut juga harus dapat dinikmati oleh anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Baca juga: Cegah Perundungan, Menteri PPPA Minta Sekolah Rakyat Kota Tasikmalaya Pasang CCTV hingga Kamar Tidur

Menurut Dony, kegiatan MPLS menjadi tahap penting bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus membangun hubungan dengan teman dan para tenaga pendidik.

“Melalui MPLS, anak-anak dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal teman-temannya, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan baik,” pungkasnya. (Aang/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |