Pertama di Jawa Barat, Petani Ciamis Jadi Pelopor Tanam Padi Modern

13 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Kelompok Tani (Poktan) Harapan Muda Desa Kutawaringin, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, mencatat sejarah baru di sektor pertanian. Menjadi yang pertama di Jawa Barat menerapkan sistem tanam padi modern Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS), kelompok tani di Ciamis ini kini menjadi rujukan petani dari berbagai daerah.

Keberhasilan tersebut menarik perhatian petani dan pemerintah. Kamis (30/7/2026), perwakilan kelompok tani dari lima kecamatan di Kabupaten Ciamis datang langsung ke lokasi untuk mempelajari penerapan teknologi budidaya padi modern yang dikembangkan Poktan Harapan Muda.

Para petani yang berasal dari Kecamatan Cisaga, Cimaragas, Lumbung, Sadananya, dan Ciamis itu didampingi Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis dalam kegiatan kunjungan lapangan tersebut.

Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) BPP Purwadadi, Jaja Sukmana mengatakan, program PM-AAS yang dijalankan Poktan Harapan Muda merupakan lahan percontohan atau demplot yang diinisiasi Kementerian Pertanian untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, keistimewaan program tersebut bukan hanya karena menggunakan metode pertanian modern, tetapi juga diterapkan di lahan sawah tadah hujan yang saat ini sedang menghadapi musim kemarau.

“Usia tanaman padi saat ini sudah mencapai 20 hari. Alhamdulillah perkembangannya sangat memuaskan, tanaman terlihat subur dan hijau pekat,” ujar Jaja.

Baca Juga: Asyik Berenang di Bawah Bendungan Manganti Ciamis, Bocah 7 Tahun Tewas Tenggelam 

Ia menyebutkan, hingga saat ini Poktan Harapan Muda menjadi satu-satunya kelompok tani di Kabupaten Ciamis yang menerapkan sistem PM-AAS secara swadaya. Bahkan, pihaknya mengklaim belum ada kelompok tani lain di Jawa Barat yang menjalankan pola serupa.

“Di Kabupaten Ciamis cara tanam seperti ini baru ada di sini. Bahkan di Jawa Barat pun belum ada, sehingga Poktan Harapan Muda bisa dikatakan sebagai pelopornya,” ungkapnya.

Terobosan Petani di Ciamis Menarik Perhatian Kementerian Pertanian

Keberhasilan tersebut membuat Kementerian Pertanian tertarik mengembangkan program serupa dalam skala yang lebih luas. Kementerian bahkan meminta ketersediaan lahan hingga 100 hektar untuk dijadikan area demplot pengembangan PM-AAS.

“Ke depan kami akan merangkul para petani di Kutawaringin agar bersama-sama menjadi pelopor pertanian modern ini,” katanya.

Meski berada di wilayah yang rawan kekeringan, para petani tetap mampu menjaga pertumbuhan tanaman. Mereka memanfaatkan air dari Sungai Ciseel melalui sistem pompanisasi untuk mengairi lahan seluas tiga hektar.

Namun demikian, biaya operasional pompanisasi masih menjadi tantangan karena penggunaan mesin diesel membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit.

“Kendala utama saat ini biaya operasional pompanisasi. Kami berharap ada bantuan panel surya untuk sumber energi pompa air agar biaya produksi petani bisa lebih efisien,” jelas Jaja.

Sementara itu, pengurus Poktan Harapan Muda, Nurohman mengaku seluruh anggota kelompok tani rela mengeluarkan biaya secara swadaya demi menyukseskan program pertanian modern tersebut.

Menurutnya, semangat petani tidak hanya untuk meningkatkan hasil panen, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Baca Juga: Lawan Kemarau! Petani Muda di Purwadadi Ciamis Sukses Sulap Sawah Kering Jadi Produktif

“Insyaallah kami akan terus berinovasi meningkatkan produktivitas pertanian. Mudah-mudahan hasil panen musim ini melimpah dan bisa menjadi contoh bagi petani lainnya,” pungkas Nurohman. (Suherman/R7/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |