harapanrakyat.com,- Kementerian HAM (Hak Asasi Manusia) Republik Indonesia, berhasil memecahkan rekor Guinness World Records dalam penyelenggaraan sosialisasi dan pendidikan di bidang HAM, dengan jumlah peserta terbanyak.
Penghargaan rekor dunia tersebut diserahkan langsung kepada Menteri HAM RI, Natalius Pigai di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (21/8/2026).
Rekor itu sebelumnya tercatat atas nama Kepolisian Ekuador pada 2018, dengan jumlah peserta sebanyak 1.700 orang. Kementerian HAM RI kemudian melampaui capaian tersebut melalui rangkaian kegiatan pendidikan dan sosialisasi HAM yang digelar secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Ratusan Guru RA di Sumedang Ikuti Pelatihan HAM, Perkuat Pendidikan Berbasis Nilai Kemanusiaan
Pecahkan Rekor Guinness World Records Sosialisasi HAM
Program ini melibatkan ribuan peserta dari sejumlah daerah. Di Kalimantan Barat tercatat 6.000 peserta, Mandailing Natal 6.000 peserta, Universitas Gorontalo 5.000 peserta. Serta 4.700 peserta yang berasal dari 17 perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, kegiatan di IPDN Jatinangor diikuti sekitar 2.300 peserta.
Menteri HAM Natalius Pigai mengatakan, pencapaian ini sejalan dengan mandat utama kementeriannya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai hak asasi manusia.
Menurut Pigai, pemecahan rekor dunia ini tidak seharusnya dipandang sebagai pencapaian personal. Melainkan sebagai hasil kerja kelembagaan Kementerian HAM bersama masyarakat dan berbagai unsur pendidikan.
“Ini bukan pribadi saya. Kementerian HAM berprestasi dan kami tunjukkan dengan adanya ini. Saya meyakini ini pengakuan dunia,” ujar Pigai.
Baca Juga: Kementerian HAM Bantah Narasi soal Kepala BGN dan Hukuman Mati Koruptor, Sebut Hoaks
Ia menilai, penghargaan Guinness World Records dapat menjadi salah satu bentuk pengakuan internasional terhadap upaya Indonesia dalam memperkuat pendidikan dan kesadaran HAM.
Pigai juga menyebut keterlibatan Indonesia dalam Dewan HAM PBB dan pencapaian rekor dunia ini sebagai dua hal yang menjadi kebanggaan dalam konteks kiprah Indonesia di bidang HAM.
Penghargaan untuk Masyarakat Indonesia
Pigai menegaskan, penghargaan itu dipersembahkan untuk masyarakat Indonesia. Khususnya kalangan akademisi, perguruan tinggi, dunia pendidikan, pelaku usaha. Serta berbagai komunitas yang ikut berperan dalam memperluas pemahaman mengenai HAM.
Menteri Pigai berharap capaian internasional ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu mendorong perbaikan nyata terhadap iklim HAM di Indonesia.
“Melalui penghargaan dunia ini kita harus tunjukkan perbaikan iklim hak asasi manusia di dalam negeri. Tujuannya merangsang iklim dari dalam. Berbagai peraturan harus kita hadirkan,” katanya.
Baca Juga: Minta Anggaran Rp 20 Triliun, DPR Bakal Panggil Menteri HAM Natalius Pigai
Dalam kesempatan tersebut, Pigai turut menyinggung Rencana Aksi Nasional HAM yang masih berada di Sekretariat Negara. Ia berharap proses tersebut dapat segera dipercepat, sehingga program pembangunan dan penguatan HAM dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah.
“Mudah-mudahan bisa dipercepat, supaya pembangunan HAM secara masif kita bisa lakukan,” pungkasnya. (Aang/R3/HR-Online/Editor: Eva)

45 minutes ago
6

















































