Pesona Arsitektur dan Fakta Menarik Sejarah Candi Ngempon di Semarang

1 day ago 20

harapanrakyat.com,- Mempelajari sejarah Candi Ngempon memberikan wawasan baru tentang tingginya peradaban masa lalu di nusantara. Situs purbakala Hindu ini terletak tersembunyi di tengah kawasan persawahan Kelurahan Ngempon, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. Selanjutnya, peninggalan bersejarah tersebut merupakan warisan budaya penting dari era Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Baca juga: Menggali Sejarah Candi Astano di Kawasan Cagar Budaya Muaro Jambi

Menariknya, penemuan situs budaya ini terjadi secara tidak sengaja oleh warga setempat puluhan tahun silam. Seorang petani bernama Kasri awalnya menemukan tumpukan batu andesit saat sedang asyik mencangkul lahan persawahan. Kemudian, penemuan tak terduga pada tahun 1952 tersebut langsung dilaporkan kepada pemerintah daerah untuk diteliti.

Jejak Sejarah Candi Ngempon di Tengah Persawahan

Menggali sejarah pendirian bangunan candi suci Ngempon tentu sangat menarik untuk kita perbincangkan secara mendalam. Berdasarkan pengamatan gaya arsitekturnya, tempat pemujaan kuno ini memiliki jejak penting pada sejarah Indonesia. Bahkan, para ahli arkeologi memperkirakan bangunan berbahan andesit ini berdiri megah pada abad kedelapan masehi.

Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan ini dulunya merupakan pusat pendidikan bagi para kaum brahmana. Nama desa tempat situs ini berada diyakini oleh masyarakat setempat berasal dari kata empu terhormat. Oleh karena itu, tempat tenang ini menjadi lokasi penggemblengan ilmu spiritual maupun keahlian olah kanuragan.

Baca juga: Menelusuri Jejak Sejarah Candi Orang Kayo Hitam di Jambi

Para calon empu masa lalu harus melalui berbagai tahapan pembelajaran yang sangat ketat dan disiplin. Mereka juga diwajibkan untuk menyucikan diri secara fisik dan batin terlebih dahulu sebelum mulai belajar. Sejalan dengan itu, Petirtaan Derekan sering dimanfaatkan sebagai tempat pemandian suci sebelum memasuki kompleks candi.

Proses Pemugaran dan Keunikan Arsitektur Bangunan Kuno

Kompleks peninggalan bersejarah ini pada awalnya terdiri atas sembilan buah fondasi bangunan yang posisinya terpisah. Namun, para tim peneliti purbakala baru berhasil merekonstruksi empat bangunan candi menggunakan susunan batu aslinya. Sementara itu, lima struktur lainnya masih berupa reruntuhan karena banyak material bangunan yang belum ditemukan.

Saat ini, pengunjung setia wisata budaya bisa melihat satu bangunan induk dan tiga candi perwara. Bangunan candi induk tersebut memiliki denah berbentuk bujur sangkar yang pintu masuknya menghadap arah timur. Sebaliknya, ketiga candi pendamping yang berukuran sedikit lebih kecil sengaja dirancang untuk menghadap arah barat.

Ornamen relief yang terukir indah pada dinding bangunan menampilkan perpaduan motif geometris dan juga organis. Pengunjung bisa melihat ukiran motif tumbuhan dan hewan seperti bunga padma, burung merak, hingga sapi. Hiasan ukiran tersebut melambangkan wujud Gunung Mahameru sebagai tempat bersemayamnya para dewa suci agama Hindu.

Baca juga: Mengupas Keunikan Sejarah Candi Lesung Batu di Musi Rawas Utara

Kegiatan ekskavasi lanjutan di area persawahan tersebut juga berhasil menemukan berbagai macam arca dewa menawan. Tim peneliti berhasil mengangkat arca Dewi Durga, Ganesha, Kinara Kinari, serta patung lembu suci Nandi. Seluruh temuan benda bersejarah yang berharga ini kini tersimpan aman di Museum Ronggowarsito kota Semarang.

Kawasan cagar budaya purbakala ini telah dimanfaatkan sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan daerah. Banyak wisatawan lokal berkunjung setiap harinya untuk menikmati keindahan arsitektur kuno dan pesona alam sekitarnya. Tentu saja, pemerintah daerah akan terus berupaya menyediakan berbagai fasilitas pendukung wisata yang lebih memadai.

Langkah pelestarian situs purbakala yang berharga ini sungguh sangat membutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Pemanfaatan lahan di sekitarnya harus direncanakan dengan sangat teliti agar kelestarian situs budaya tersebut selalu terjaga. Tidak diragukan lagi, menjaga peninggalan sejarah Candi Ngempon berarti merawat identitas dan warisan budaya bangsa. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |