Hiu untuk prediksi kekuatan badai jauh berbeda dengan penilaian kebanyakan orang terhadap hewan tersebut. Hal ini karena hiu biasanya terkenal sebagai hewan yang jadi predator di laut. Namun siapa sangka jika hewan ini ternyata juga bisa memprediksi badai.
Baca Juga: Rahasia Umur Panjang Hiu Greenland, Bisa Hidup 400 Tahun
Inovasi tersebut datang dari kalangan ilmuwan di Amerika Serikat. Karena inovasi tersebut, ilmuwan bisa tahu adanya badai sebelum benar-benar menerjang daratan. Untuk informasi selengkapnya, cek uraian di bawah ini.
Hiu untuk Prediksi Kekuatan Badai Curi Perhatian
Hiu termasuk hewan laut yang banyak ditakuti. Bahkan ada banyak film yang menggambarkan hiu sebagai predator mematikan. Salah satunya ialah Jaws.
Meskipun terkenal dengan penilaian tersebut, namun hiu juga bisa untuk prediksi kekuatan badai. Hal ini terungkap saat peneliti yang berasal dari University of Delaware Amerika Serikat melakukan pengujian pada kemampuan hiu. Dalam pengujian tersebut, hiu berperan jadi pengumpul data di laut yang bergerak untuk menyediakan informasi.
Untuk mendukung peranan tersebut, ilmuwan memanfaatkan sensor saat melakukan pengujian ini. Sensor disematkan pada hiu sehingga mampu mengukur kondisi laut. Hal ini jelas membantu dalam mengembangkan model oseanografi, iklim maupun atmosfer.
Mengenal Sensor CTD Tag
Dalam pengujian ini, ilmuwan memanfaatkan sensor dengan kualitas yang tidak sembarangan. Hal ini karena sensornya berupa perangkat elektronik berukuran kecil yang namanya CTD Tag. Karena memanfaatkan sensor tersebut, tentu membantu ilmuwan untuk mengukur konduktivitas listrik air lautnya.
Hal tersebut ada kaitannya dengan tingkat salinitas, temperatur maupun kedalaman air saat hiu berenang ataupun menyelam. Bukan tanpa alasan kenapa sensor ini terpilih untuk menguji kemampuan hiu. Ternyata keberhasilan dalam pemanfaatan sensor tersebut sudah terbukti selama bertahun-tahun lamanya. Salah satu buktinya ialah saat memasangnya di anjing laut gajah di kutub lantaran minim pengamatan ilmiah.
Dalam penempatan sensornya, ternyata terpasang di bagian sirip punggung hiu. Setelah benar-benar terpasang sensor untuk prediksi kekuatan badai, lantas hiu dilepaskan lagi ke laut. Nantinya data yang berhasil terkumpul akan terkirim lewat satelit ke para peneliti.
Baca Juga: Mengungkap Fakta Penemuan Spesies Baru Hiu Hantu Laut Kosta Rika
Pemasangannya sendiri dimulai pada Mei sebab hiunya bermigrasi mendekati pesisir usai menghabiskan musim dinginnya di Atlantik. Selama proses tersebut, tim peneliti juga memanfaatkan kapal riset lantas bergerak 50-65 km dari garis pantai. Lalu pasang tali berumpan dan menunggu sampai hiunya memakan umpan tersebut.
Spesies Hiu yang Diuji
Dalam pengujian ini, melibatkan sejumlah spesies hiu. Mulai dari hiu putih muda, smooth hammerhead, hiu biru dan hiu mako sirip pendek. Beberapa spesies hiu ini terpilih karena bisa menjelajah laut yang luas dan jangkauan aksesnya lebih mudah daripada mamalia laut lainnya.
Selain itu, spesies tersebut juga bisa menyelam ke beragam kedalaman. Oleh karena itu, hiunya bisa jadi media untuk mengamati laut bergerak. Alhasil, ilmuwan tak perlu mengamati tiap lokasi di laut untuk mendapatkan data.
Melalui pengujian ini, tentu bisa membantu ilmuwan dalam memprediksi perubahan kekuatan badai. Selama ini ilmuwan sudah mumpuni dalam memperkirakan jalur badainya. Akan tetapi, tidak untuk pengecekan kekuatan badainya.
Bantu Ilmuwan Prediksi Kekuatan Badai
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa sensor di hiu bisa membantu ilmuwan untuk prediksi kekuatan badai. Hal ini karena data yang terkumpul memudahkan dalam memahami kondisi di lapisan atas laut. Hal ini tak terkecuali keberadaan cold pool, yakni massa air lebih dingin yang ada di bawah permukaan.
Kondisi ini penting lantaran laut jadi salah satu sumber energi utamanya badai. Air laut hangat bisa memasok energi untuk sistem badai. Sementara air laut dingin bisa membatasi penguatan badai.
Mengetahui hal itu, tentu perlu mengecek struktur suhu lautnya secara lebih mendalam. Dari sini ilmuwan bisa terbantu dalam memperbaiki model prediksi intensitas badainya. Melalui pengujian tersebut, peneliti berharap bahwa datanya mampu melengkapi informasi yang didapat lewat kapal penelitian, satelit maupun perangkat robotik selama ini.
Baca Juga: Jalur Migrasi Hiu Paus, Lintasi 13 Negara dan Wilayah Laut Lepas
Terlepas sebagai predikatnya sebagai predator laut yang kejam, ternyata hiu bisa untuk prediksi kekuatan badai. Akan tetapi, prediksi kekuatan badai tersebut tidak dari perilaku hiu, melainkan lewat sensor untuk membantu ilmuwan. Dari sini pun terlihat bahwa hiu bisa diandalkan untuk mengamati kondisi laut. (R10/HR-Online)

2 hours ago
4

















































