Fenomena Aliran Gas Kosmik, Miringkan Orbit Planet di GW Orions

5 hours ago 11

Fenomena aliran gas kosmik membuat para astronom terkesima. Fenomena ini sendiri berupa sungai gas kosmik berukuran raksasa. Saat para astronom menemukannya, aliran ini tampak menghantam sekaligus memiringkan piringan yang jadi pembentuk planet di dalam sistem bintang bernama GW Orionis.

Baca Juga: Fenomena Astronomi Pink Moon 2026, Cek Jadwal Puncak dan Fakta Menariknya

Kejadian ini sendiri termasuk fenomena langka. Karena hal itu, ilmuwan sangat tertarik untuk menelitinya secara lebih mendalam. Berikut uraian selengkapnya tentang fenomena tersebut.

Fenomena Aliran Gas Kosmik Diteliti Astronom

Astronom menemukan aliran gas molekuler berukuran raksasa yang ternyata panjangnya lebih dari 1,6 triliun km. Aliran tersebut berpotensi untuk menjelaskan bagaimana penyebab kebanyakan sistem planet asing ataupun planet luar Tata Surya mempunyai orbit miring sekaligus tak teratur. Fenomena ini sendiri berkaitan dengan GW Orionis.

GW Orionis ialah sistem yang jaraknya berkisar 1300 tahun cahaya dari planet Bumi. Letak sistem tersebut ada di wilayah pembentukan bintang bernama Lambda Orionis di konstelasi Orion. Pada umumnya, sistem tersebut dikelilingi oleh piringan gas maupun debu yang membentuk planet.

Kemudian terbagi jadi tiga cincin utama. Uniknya, ketiga cincin dalam fenomena aliran gas kosmik ini tak ada di satu bidang sejajar. Akan tetapi, letaknya di bidang miring yang memiliki sudut berbeda-beda.

Pengamatan dengan ALMA

Berkaitan dengan penyebab kemiringan tadi, kalangan astronom memiliki dugaan tersendiri. Tim ilmuwan menduga bahwa keberadaan planet gas berukuran raksasa tersembunyi jadi pemicu utama kemiringannya. Hal ini karena planet gas tersebut mengukir celah yang ada di antara cincin piringannya.

Baca Juga: Nebula RCW 36, Fenomena Kosmik Mirip Elang Raksasa

Namun ternyata dugaan tersebut tidaklah benar. Penyebab utamanya terungkap lewat pengamatan terbaru yang memanfaatkan teleskop radio bernama ALMA (Atacama Large Millimeter/submillimeter Array) yang ada di Chile. Melalui teknologi tersebut, ilmuwan menemukan fakta berbeda.

Sesuai dengan data observasi teleskop ALMA, gangguan yang ada di cincin terluar GW Orions ternyata dipicu oleh hambatan aliran gas molekuler. Fenomena aliran gas kosmik tersebut membentang dari awan molekul yang ada di sekitarnya. Pembentangannya pun mencapai 0,2 tahun cahaya atau setara dengan 1,9 triliun km.

Adanya pertukaran momentum sudut ataupun energi putar antara piringan dan aliran gas ini bisa memuntir sekaligus memiringkan piringan yang jadi pembentuk planet. Sudut dampak terhadap piringannya juga tampak sejajar dengan cincin terluar. Hal ini sebagaimana penjelasan dari Maria Galloway-Sprietsma selaku peneliti utama studi sekaligus kandidat doctor yang ada di University of Florida.

Implikasi dalam Pemahaman Orbit Eksoplanet

Menyinggung soal hasil pengamatan, pastikan juga mengetahui bagaimana implikasi dalam pemahaman orbit eksoplanet. Ternyata proses pemilihan cincin terluar dari piringan GW Orions kebanyakan sudah selesai akibat aliran gas tersebut. Lalu Jaehan Bae selaku peneliti lain di dalam tim studi turut memberikan penjelasan. Ia menambahkan bahwa aliran gas ini di zaman dulu mempunyai energi putar yang lebih besar. Oleh karena itu, bisa ubah sudut kemiringan piringannya secara signifikan.

Kondisi tersebut tentu jauh berbeda dengan sistem Tata Surya. Hal ini karena di dalam sistem Tata Surya memperlihatkan tempat semua planet orbit matahari di bidang relatif datar sekaligus sejajar dengan keberadaan garis khatulistiwa. Sebaliknya, kebanyakan eksoplanet memiliki orbit sangat miring dan bahkan ada pula yang berlawanan dengan rotasi bintang induk.

Apabila aliran gas kosmik seperti itu umum terjadi, maka bisa menjelaskan fenomena planet-planet tak selalu berakhir di sistem yang teratur. Bahkan orientasinya bisa jadi jauh lebih acak. Kendati demikian, pembahasan seputar fenomena tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Rencana Survei Sistematis

Ilmuwan masih perlu meneliti fenomena ini untuk menemukan bukti tambahan. Menyadari hal itu, tim peneliti merencanakan untuk melakukan survei sistematis pada bintang-bintang muda yang lainnya. Hal ini bertujuan untuk melihat ada berapa banyak yang mempunyai aliran gas. Lalu juga untuk mendeteksi ada berapa banyak bintang muda lainnya yang tidak memiliki aliran gas.

Baca Juga: Fenomena Wolf Moon Terjadi di Awal Tahun 2026, Ini Jadwalnya

Fenomena aliran gas kosmik menarik untuk diketahui secara lebih mendalam. Hal ini karena aliran gas kosmik termasuk fenomena langka, unik dan aneh. Apabila meneliti aliran gas tersebut secara mendetail, maka bisa tahu berapa penting peranan pentingnya saat membentuk sistem planet. Fenomena ini sendiri sudah terpublikasi di The Astronomical Journal. (R10/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |