Ancaman Tersembunyi dari Telur Keong Mas Bagi Kelestarian Lingkungan dan Manusia

7 hours ago 10

harapanrakyat.com,- Telur keong mas berwarna merah muda cerah membuat resah warga di sekitar Sungai Salt Arizona, Amerika. Pengunjung seringkali mengira gumpalan telur hewan ini sebagai permen karet pada bebatuan. Padahal, keberadaannya merupakan ancaman serius bagi kelestarian satwa liar di wilayah Amerika Serikat.

Baca juga: Penelitian Kupu-kupu Heliconius, Punya Umur Panjang

Spesies invasif ini sebenarnya merupakan hewan asli dari wilayah Florida dan Amerika Selatan. Menurut departemen terkait, seseorang kemungkinan membuang peliharaan akuarium secara ilegal sekitar 17 tahun lalu. Akibatnya, hewan ini berkembang biak tanpa kendali karena minimnya predator alami yang memangsanya.

Bahaya Telur Keong Mas dan Penyakit Meningitis bagi Manusia

Satu ekor keong betina mampu menghasilkan hingga ribuan telur baru pada setiap musim kawin. Sementara itu, populasi melimpah ini pasti akan mendesak kelompok siput asli penghuni kawasan perairan tersebut. Hal tersebut tentu merusak keseimbangan lingkungan hidup bagi pasokan makanan ikan serta satwa liar.

Dikutip dari 12news, Kekhawatiran pakar satwa liar rupanya tidak hanya sebatas pada kelestarian ekosistem hewan saja. Spesies ini berpotensi membawa parasit berbahaya penyebab penyakit cacing paru tikus bagi kita. Infeksi parasit ini memicu penyakit meningitis yang merupakan masalah keselamatan kesehatan para manusia.

Baca juga: Penemuan Fosil Urokodia aequalis, Ungkap Evolusi Taring Laba-laba

Petugas margasatwa rutin menyusuri kawasan hilir sungai setiap dua minggu selama musim panas berlangsung. Selain itu, mereka menghitung lalu membuang gumpalan merah muda tersebut beserta siput dewasanya secara langsung. Masyarakat luas juga diminta turut membantu menekan populasi hama ini saat sedang berkunjung.

Pengunjung yang mendayung perahu dapat menggunakan dayungnya untuk menjatuhkan gumpalan itu ke air. Bahkan, menjatuhkan gumpalan tersebut ke dalam air akan langsung menenggelamkan dan mematikan embrio hama. Para pengunjung sangat antusias membantu pelestarian sungai demi menjaga tradisi rekreasi keluarga mereka.

Upaya Berkelanjutan Melindungi Rantai Makanan 

Dukungan publik sangat membantu meringankan tugas berat para penjaga kawasan perairan alam ini. Sejalan dengan hal itu, warga setempat menyatakan kesiapan mereka untuk melakukan aksi nyata dalam melindungi kebersihan sungai. Tradisi wisata keluarga yang sudah berlangsung lama harus terus dipertahankan dari kerusakan ekosistem.

Pihak berwenang menyatakan telah membuang ribuan siput hidup dari wilayah hilir sungai tersebut. Di samping itu, tindakan pembersihan rutin ini sudah berlangsung selama tujuh tahun terakhir tanpa ada henti. Pengawasan ketat terus dilakukan agar habitat alami sungai terbebas dari serangan hama invasif.

Baca juga: Evolusi Burung Wren Skotlandia, Berpotensi Jadi Spesies Baru

Departemen terkait mengimbau publik untuk selalu waspada terhadap penyebaran spesies asing di alam. Oleh sebab itu, edukasi mengenai bahaya melepaskan hewan peliharaan akuarium ke perairan terbuka harus terus digencarkan. Kesadaran menjaga kelestarian habitat asli sangat dibutuhkan dari semua pihak untuk mencegah kerusakan alam.

Penyebaran hewan secara sembarangan terbukti mampu menghancurkan rantai makanan ekosistem alam liar kita. Lebih lanjut, siapapun yang telanjur menyentuhnya harus segera mencuci tangan menggunakan sabun dan air. Langkah higienis ini sangat vital untuk menghindari dampak buruk dari paparan telur keong mas tersebut. (Muhafid/R6/HR-Online)

Read Entire Article
Perayaan | Berita Rakyat | | |